Kamis, 28 November 2024
Croos Learning DUDE Keren
Sabtu, 12 Oktober 2024
Outing Class Gugus 03 Besuki Tahun Ajaran 2024/2025
TUJUAN KEGIATAN
Selain siswa-siswi dari 3 sekolah, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari semua sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah pertama, puncak dari seluruh rangkaian Kegiatan Tengah Semester tahun ajaran 2024/2025 bahwa pada akhir KTS Gugus 03 Besuki melaksanakan kegiatan bersama yakni program Outbond di Pantai Cemara. Kedua, supaya anak lebih fresh dan lebih bersemangat belajar lagi. Kegiatan outbond ini dibuka secara langsung oleh Ketua Gugus 03 Besuki yaitu Bapak Heru Dwi Atmaji, S.Pd. Di akhir kegiatan, semua siswa makan siang bersama dan dilanjutkan pembagian hadiah pemenang lomba.
1. Lomba Bola Keseimbangan
a. Kelas Rendah
Juara 1 ( SDN 3 Demung )
Juara 2 ( SDN 2 Demung )
Juara 3 ( SDN 1 Demung )
b. Kelas Tinggi
Juara 1 ( SDN 3 Demung )
Juara 2 ( SDN 1 Demung )
Juara 3 ( SDN 2 Demung )
2. Lomba Mengisi Air kedalam Botol
a. Kelas Rendah
Juara 1 ( SDN 2 Demung )
Juara 2 ( SDN 3 Demung )
Juara 3 ( SDN 1 Demung )
b. Kelas Tinggi
Juara 1 ( SDN 2 Demung )
Juara 2 ( SDN 1 Demung )
Juara 3 ( SDN 3 Demung )
Jumat, 11 Oktober 2024
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1446 H SD NEGERI 2 DEMUNG
Sabtu, 03 Agustus 2024
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1
1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara (KHD) dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Semboyan yang dicetuskan oleh KHD yang sampai saat ini masih menjadi landasan berpijak bagi pendidik adalah Ing Ngarso Sung Tulodho (Seorang pemimpin harus mampu memberi tauladan), Ing Madya Mangunkarsa (Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dorongan, semangat dan motivasi dari tengah), Tut Wuri handayani (Seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dari belakang), yang artinya adalah Seorang pemimpin (Guru) harus mampu memberikan teladan dan memberikan semangat dan motivasi dari tengah juga mampu memberikan dorongan dari belakang untuk kemajuan seorang muridnya. Semboyan ini memiliki makna mendalam dapat kita jadikan landasan dalam setiap pengambilan keputusan, yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid agar menjadikan mereka sebagai generasi yang cerdas dan berkarakter sebagaimana tercermin dalam profil pelajar Pancasila. Hal ini dapat kita lakukan dalam proses pembelajaran di sekolah, yang tidak hanya menitik beratkan pada konten kurikulum, namun transfer nilai -nilai kebajikan dapat kita sampaikan secara terus menerus dengan eksplisit pada pembelajaran dan keteladanan disetiap pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Nilai-nilai yang tertanam dalam diri akan menentukan cara pandang terhadap situasi atau masalah, prinsip-prinsip dalam pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, penulis mengenal ada tiga prinsip yang dapat dimbil yakni Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan tentunya berkaitan dengan nilai- nilai yang tertanam dalam diri. Misalnya, guru yang memiliki empati yang tinggi, rasa kasih sayang dan kepedulian cenderung akan memilih prinsip Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Sedangkan guru yang memiliki sikap jujur dan komitmen yang kuat untuk tunduk pada peraturan cenderung memilih prinsip Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking). Dan guru yang reflektif dan memiliki jiwa sosial yang tinggi cenderung memilih prinsip Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).
3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
Dalam materi pengambilan keputusan yang dipelajari penulis saat ini ternyata memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang pernah dilakukan pada modul sebelumnya. Jika pada proses coaching kita membantu agar coachee dapat membuat keputusannya secara mandiri maka dalam modul ini kita kembali melakukan refleksi apakah keputusan yang dibuat tersebut dapat dipertanggungjawabkan, menjadi win-win solution bagi pembuat keputusan atau justru akan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Dalam pembelajaran pengambilan keputusan ini, penulis diberikan panduan berupa 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan yang tentu akan membuat suatu keputusan semakin tajam dan matang.
4. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Sebagai seorang pendidik tentu akan menghadapi situasi dilema etika atau bujukan moral di lingkungan sekolah. Pembahasan studi kasus pada modul ini memberikan contoh-contoh yang biasa terjadi dan mungkin saja pernah dialami oleh sebagian guru. Hal ini akan memberikan rambu-rambu dan pedoman agar guru-guru tidak terjebak dalam situasi yang sama dan dapat bertindak secara bijak melalui prinsip, paradigma, dan langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan akan membuat kita semakin menyadari perilaku yang benar dan perilaku yang salah.
5. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan memiliki arti penting bagi maju atau mundurnya suatu sekolah. Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap sekolah ke arah yang lebih baik, terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk pada perjalanan roda sekolah itu sendiri.
6. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Perubahan tidak dapat dibangun dalam waktu semalam. Paradigma yang sudah tertanam begitu lama di benak warga sekolah (kepala sekolah, guru, murid, wali murid dan masyarakat) dan telah menjadi budaya tentu akan menjadi sebuah tantangan dan sulit dihilangkan. Kasus dilema etika pun masih akan menjadi bagian dalam skenario di lingkungan sekolah. Menurut penulis, pelaku harus fokus pada proses dan langkah perubahan yang telah dibuat meski masih seumur jagung, sebesar apapun batu yang menghalangi akan ada celah meski hanya dari beberapa tetesan dukungan dan semangat.
7. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
Sebagai pemimpin pembelajaran tentunya pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh pada pengajaran yang diberikan kepada murid, apakah dengan metode klasik seperti ceramah yang cenderung membuat murid statis ataupun pengajaran yang mempertimbangkan model pembelajaran yang memandang keberagaman dan aspek sosial emosional murid sehingga dapat memerdekakan murid-murid kita baik dari ranah kognitif, psikomotorik maupun afektifnya. Menjadi pembelajaran yang berpihak pada murid yang lebih nyaman dan menyenangkan.
8. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Setiap pengambilan keputusan yang dilakukan guru secara tepat dan bijak tentu akan mempengaruhi masa depan murid-murid. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bisa diandalkan, dan mampu menggali potensi dan kekuatan mereka.
9. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan yang dapat diambil dari modul ini adalah bahwa pengambilan keputusan yang diambil oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran sangat mempengaruhi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan murid. Filosofi pemikiran pandangan KHD dengan filosofi Pratap Trilokanya. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri seorang pendidik juga mempengaruhi keputusan yang akan diambilnya serta pengambilan keputusan yang tepat dapat berdampak pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Keputusan yang diambil seorang guru, mempengaruhi pengajaran yang memerdekakan murid sehingga dapat membentuk karakter murid serta mempengaruhi kehidupannya di masa depan.
10. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Materi pada modul 3.1 bagi saya sangat penting dan bermakna, karena dimanapun dan sebagai apa peran kita pasti akan menjumpai permasalahan yang dituntut untuk mengambil keputusan. Dari keputusan tersebut akan dihasilkan kebijakan -kebijakan yang akan mewarnai perjalanan sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, maka seorang guru harus memiliki keterampilan dalam pengambilan keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan. Sebagai landasan dalam pengambilan keputusan tersebut tentunya mengacu pada 9 langkah 4 paradigma dan 3 prinsip. Selain itu keputusan diambil melalui tiga uji yaitu: Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking), Uji publikasi, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking) yang mementingkan hasil akhir dan Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking).
__________________
Penulis: Heru Dwi Atmaji, S.Pd.Gr
CGP Angkatan 10 Kabupaten Situbondo
Senin, 22 Juli 2024
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025
Cerita Guru_Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan suatu masa untuk anak mengenal lingkungan sekolah barunya, sumber belajar, dan dukungan awal sebelum anak memulai perjalanan pendidikannya. Dalam masa ini setiap peserta didik baru berkesempatan terkoneksi dengan teman sebayanya dan menjadi momen penting bagi peserta didik dalam proses belajar dan pendidikannya. SD Negeri 2 Demung juga melaksanakan kegiatan MPLS untuk para peserta didik baru kelas satu yang berjumlah dua puluh satu siswa.
Pada hari pertama sekolah yaitu senin tanggal 15 Juli 2024, dilaksanakan upacara pembukaan yang ditandai dengan acara pengguntingan pita dan pelepasan balon ke udara sebagai tanda bahwa kegiatan MPLS di SD Negeri 2 Demung akan dimulai. Dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan MPLS dengan tema perkenalan warga sekolah yang terdiri dari tenaga pendidik maupun kependidikan serta teman sebaya. Para peserta didik kelas satu menggunakan name tag agar lebih memudahkan untuk berkenalan. Kegiatan perkenalan dilanjutkan dengan games bernyanyi dan menari bersama agar para siswa dapat menikmati kegiatan MPLS dengan gembira.
Pada hari kedua MPLS memiliki tema yaitu lingkungan belajar yang nyaman. Kegiatan MPLS ini dilaksanakan di dalam kelas. Guru kelas mengenalkan beberapa fasilitas yang tersedia di dalam kelas. Para peserta didik diberikan instruksi dari guru untuk membersihkan lingkungan dalam kelas secara bergotong royong agar nantinya para siswa dapat belajar dengan nyaman. Terdapat pembagian kerja dalam membersihkan kelas yaitu ada siswa yang menyapu, mengelap meja dan kursi, dan menata buku-buku.
Pada hari ketiga MPLS dengan tema perkenalan lingkungan sekitar dan visi misi sekolah. guru menyampaikan visi misi sekolah kepada para siswa. Para peserta didik MPLS merasa senang mengikuti kegiatan. Kegiatan MPLS di SD Negeri 2 Demung dilaksanakan selama 6 hari sesuai dengan program yang telah disusun bersama.
Berikut video lengkap kegiatan MPLS di SD Negeri 2 Demung Tahun Ajaran 2024/2025
Senin, 17 Juni 2024
PERJUSA (Perkemahan Jum’at dan Sabtu)
CeritaGuru_PERJUSA (Perkemahan Jumat Sabtu) adalah kegiatan perkemahan yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Demung Kecamatan Besuki. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar siswa dan mengembangkan keterampilan serta kemandirian para siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan.
Selanjutnya, pada malam hari para peserta PERJUSA menikmati acara Api Unggun. Setelah acara Api Unggun selesai, dilanjutkan dengan Malam Inagurasi dan Tasyakuran Siswa Kelas 6 Tahun Pelajaran 2023/2024. Acara ini dengan antusias oleh para peserta Perjusa, orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Terbukti halaman sekolah penuh dengan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan penampilan para peserta. Pada malam Inagurasi dan Tasyakuran ini juga, diberikan santunan hasil dari JUMPA BERKAH (Jum'at Pagi Bersholawat dan Bersedekah) kepada dua siswa yang terpilih dan layak untuk menerima bantuan. Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan sekolah.
Setelah acara Malam Inagurasi dan Tasyakuran, dilanjutkan dengan acara Renungan Malam, para peserta PERJUSA berkumpul untuk berdiskusi dan merenungkan makna hidup. Acara ini bertujuan untuk memberikan pesan-pesan kebaikan dan mengembangkan nilai-nilai spiritual bagi para peserta.
Kegiatan PERJUSA dilanjutkan dengan Sholat Shubuh Berjamaah dan dilanjutkan dengan senam pagi bersama pada hari Sabtu pagi. Setelah selesai melaksanakan senam pagi bersama dan sarapan pagi, para peserta bersiap untuk melaksanakan penjelajahan yang kami beri nama dengan Operasi Semut.
Acara PERJUSA ditutup dengan Apel Penutupan pada hari Sabtu siang. Seluruh peserta berkumpul untuk mengucapkan terima kasih kepada panitia. Pembina upacara penutupan diakhiri yakni Kamabigus atau kepala sekolah SD Negeri 2 Demung dan doa bersama. Acara penutupan diakhiri dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol atas kelulusan siswa kelas 6 dan berakhirnya kegiatan PERJUSA.
Dalam kesimpulannya, PERJUSA adalah kegiatan perkemahan yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Acara ini memberikan banyak manfaat, seperti mempererat hubungan antar siswa, mengembangkan keterampilan dan kemandirian, serta mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual yang penting bagi kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan PERJUSA dapat terus dilaksanakan di SD Negeri 2 Demung dan menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh para siswa dan masyarakat sekitar setiap tahunnya.
dan berikut merupakan dokumentasi video dari kegiatan PERJUSA :
Rabu, 29 Mei 2024
OBSERVASI KINERJA KEPALA SEKOLAH
Kamis, 09 Mei 2024
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK
Cerita Guru_Assalamualaikum, saya Heru Dwi Atmaji Calon Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Situbondo. Pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai Jurnal Refleksi Dwi Mingguan pada modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak. Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu ke-2 mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh calon guru penggerak.
Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni : Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.
- Fact (Peristiwa)
Pada modul 1.3 ini saya mulai mempelajari materi mengenai Visi Guru Penggerak diawali dengan pembelajaran secara mandiri (mulai dari diri dan eksplorasi konsep). Pada modul ini siswa diarahkan dapat merumuskan visinya sebagai guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang berpihak pada murid sesuai dengan filosofi pendidikan KHD.
Setelah melakukan pembelajaran mandiri dilanjutkan dengan Ruang Kolaborasi yang dilaksanakan secara tatap maya bersama fasilitator untuk membahas materi “Pernyataan Prakarsa Perubahan dan Langkah-langkah BAGJA” yang dilakukan dengan diskusi kelompok.
Bersama dengan kelompok saya merumuskan serta menyepakati Visi Guru Penggerak dilanjutkan dengan diskusi pembuatan kalimat pernyataan Prakarsa Perubahan Diri dengan menggunakan instrumen A-T-A-P (Aset, Tantangan, Aksi, Pelajaran/Perubahan) sebagai langkah-langkah pembuatannya. Setelah menemukan kesepakatan mengenai kalimat Prakarsa Perubahan, kami mulai menyusun tahapan pelaksanaannya menggunakan instrumen BAGJA yaitu Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi. Pada pertemuan ruang kolaborasi berikutnya kami mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok kami dan mendapatkan kritik, saran, dan masukan dari rekan CGP juga dari fasilitator.
Kegiatan selanjutnya saya mengikuti lokaraya 1 dengan tema diskusi Komunitas Praktisi, Mengidentifikasi Komunikasi Praktisi dan Menganalisa Pemetaan Komunitas Praktisi, serta Memahami Peran Guru Penggerak dalam menggerakkan Komunitas Praktisi, Melihat Potensi Komunitas Praktisi bersama para pengajar praktik. Dilanjutkan kegiatan penugasan Demonstrasi Kontekstual.
Setelah penugasan demonstrasi kontekstual, saya mengikuti Elaborasi Pemahaman bersama dengan instruktur sebagai penguatan materi modul 1.3 ini.
Disini kita telah belajar antara lain menentukan kalimat visi yang sesuai profil pelajar Pancasila, menentukan prakarsa perubahan yang menantang,bermakna,kontekstual dan relevan, memahami bahwa prakarsa perubahan adalah bagian dari visi yang akan dicapai , membuat tahapan BAGJA untuk rencana perubahan di tempat dimana kita berkarya menggunakan paradigma dan pendekatan inkuiri apresiatif dan menjalankan semua rencana perubahan tersebut di tempat kita berkarya. Dilanjut dengan penugasan Koneksi Antar materi.
- Perasaan (Feeling)
Perasaan saya selama mempelajari modul 1.3 tentang visi Guru Penggerak ini adalah senang dan semakin termotivasi untuk semangat dalam menjalankan pendidikan guru penggerak. Selain itu saya juga bersemangat dalam menerapkan dan menjalankan visi dan menjalankan rencana perubahan yang sudah saya rumuskan. Semangat dan motivasi saya ini akan membuat aura positif dalam menjalankan prakarsa perubahan saya sehingga visi saya akan terwujud. Banyak hal baru yang saya pelajari dalam materi modul 1.3 untuk membuat visi gambaran untuk mewujudkan murid yang berkarakter baik dimasa mendatang.
- Pembelajaran (Findings)
Dalam menyusun sebuah Visi yang akan memberikan perubahan positif harus berlandaskan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). Setelah menemukan kesepakatan mengenai visi dilanjutkan dengan merumuskan kalimat-kalimat Prakarsa Perubahan dengan menggunakan instrumen A-T-A-P (Aset, Tantangan, Aksi, Pelajaran/Perubahan).
Setelah menyusun kalimat-kalimat pernyataan prakarsa perubahan, dilanjutkan dengan menyusun tahapan pelaksanaan kalimat-kalimat tersebut menggunakan instrumen BAGJA. Tahapan BAGJA merupakan model manajemen perubahan yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan utama,Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi sebagai terjemahan bebas yang diadopsi dari model 5D sebagai bagian dari inkuiri apresiatif (Define, Discover, Dream, Design, Deliver).
Disini saya belajar melalui paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) dalam melakukan dan meningkatkan perubahan positif di sebuah komunitas atau sekolah, kita hanya berfokus pada aset/kekuatan yang dimiliki dan mengabaikan kelemahan. Dengan berfokuskan pada aset/kekuatan maka kelemahan tersebut akan tertutup dan terselesaikan dengan sendirinya.
- Penerapan (Future)
Setelah mempelajari modul 1.3 ini yaitu tentang visi guru penggerak maka saya akan berusaha menerapkan dan mewujudkan visi yaitu “Terwujudnya Generasi Tangguh yang Berakhlaq dan Berwawasan Global”. Kalimat prakarsa perubahan yang saya rumuskan yaitu “Meningkatkan kreativitas dan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Pemanfaatan Teknologi”.
Jumat, 26 April 2024
Portofolio Digital Calon Guru Penggerak
Mengapa portofolio? Agar orang lain (murid, orang tua murid, rekan guru, kepala sekolah, pemangku kepentingan) mengetahui riwayat hidup Anda. Untuk kepentingan tertentu, dokumen fisik dikumpulkan secara luring. Dimasukkan dalam folder. Odner folio menjadi pilihan yang sering digunakan.
Pada era teknologi, apalagi guru sudah memiliki akun BELAJAR.ID, Sites Google bisa dimanfaatkan untuk menyimpan dokumen portofolio. Portofolio yang disimpan di Sites Google inilah yang disebut portofolio digital. Sewaktu-waktu, dapat ditambah. Sama seperti menambah lembaran-lembaran dokumen pada odner folio.
Calon Guru Penggerak memiliki banyak sekali dokumen yang perlu diunggah atau dikirim ke LMS. Sayangnya LMS memiliki masa akses tertentu. Selama masih mengikuti program pendidikan, LMS masih dan harus terus diakses. Akan tetapi, pada jangka waktu tertentu, hak untuk membuka LMS dibatasi bahkan dihentikan. Sites Google menjadi alternatif paling baik untuk “memindahkan” berkas yang sudah diunggah ke LMS. Artinya, berkas yang diunggah di LMS dikumpulkan pula di Sites Google yang sudah kita buat.
Membuat Portofolio Digital Sederhana
Saatnya kita membuat portofolio digital sederhana dengan memanfaatkan Sites Google. Jika Anda sudah menggunakan akun belajar, masuklah ke sites dengan akun belajar tersebut. Pastikan bahwa akun belajar sudah tertanam di laptop. Jika belum, pada akun Google tambahkan akun belajar dan isikan kata sandi yang diminta sesuai yang sudah dimiliki/dibuat.
Jumat, 08 Maret 2024
Meraih Prestasi di Lomba O2SN Tahun 2024
Cerita Guru-Dua murid SD Negeri 2 Demung meraih pengalaman dan prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sebagai bagian dari sarana pengembangan minat dan bakat yang digerakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2024.
Cabang olahraga yang diikuti oleh delegasi dari SD Negeri 2 Demung yakni Kids Attletik Putra dan Renang Putra.
Ahmad Habibur Rachman, S.Pd atau yang akrab disapa Pak Biby, Guru PJOK SD Negeri 2 Demung yang juga merupakan koordinator O2SN SD Negeri 2 Demung menyebutkan bahwa keikutsertaan murid SD Negeri 2 Demung ini dimulai rangkaiannya dengan melakukan seleksi setelah memberikan informasi akan adanya kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional.
Kami di SD Negeri 2 Demung memberikan kesempatan bagi para murid untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Oleh karea itu, kami menawarkan pada seluruh murid dari kelas 3 sampai kelas 5 akan adanya O2SN ini. Setelah itu, kami melakukan seleksi di setiap cabang olahraganya, dan memilih atlet yang akan mewakili SD Negeri 2 Demung.” ujar Pak Biby.
Dari 2 delegasi atlet sesuai dengan cabang olahraga yang dipilih, terdapat 1 murid SD Negeri 2 Demung yang berhasil meraih juara 1 dan berhak mengikuti seleksi dan pembinaan di tingkat kecamatan, yakni Dika Fauzi Adiningrat yang mengikuti kejuaraan Kids Atletik.
Meskipun tidak melaju ke tahapan selanjutnya, 1 murid SD Negeri 2 Demung yang mengikuti O2SN cabang olahraga renang tentu telah meraih pengalaman yang luar biasa dalam pertandingan. tak dapat dipungkiri, mereka telah menunjukkan semangat terbaik mereka mewakili SD Negeri 2 Demung.
Terima kasih ya untuk seluruh Atlet terpilih untuk O2SN dari SD Negeri 2 Demung atas antusiasme dan semangat untuk mengembangkan diri di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2024. Bagi murid yang juara, semangat berlatih, ya! Begitu pun bagi teman-teman yang belum belum berhasil, tetap semangat juga mencoba dan memilih tantangan atau kesempatan pengembangan diri lainnya, ya!
SD Negeri 2 Demung tetap dan akan selalu bangga dengan fase pengembangan diri kalian semua.









.jpeg)




.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)










.png)








.png)

